Perlunya Pemahaman Pancasila Secara Menyeluruh 

    Perlunya Pemahaman Pancasila Secara Menyeluruh 
    Gambar diambil dari Youtube BPIP

    Lima sila dalam pancasila harus dipahami secara utuh dan menyeluruh bukan hanya terpaku pada satu sila saja. Demikian dikatakan Kepala UPT Pengembangan Kepribadian UB Dr. Mohamad Anas S.Fil., M.Phil

    Di tengah polarisasi atau pembelahan masyarakat akhir-akhir ini, menurut Anas disebabkan masih banyaknya individu atau kelompok tertentu yang masih memahami dan mengamalkan Pancasila hanya pada satu sila saja. Padahal seharusnya jika pahami dan diamalkan secara keseluruhan maka akan tercipta sebuah kehidupan yang menyatu, hidup rukun dan damai.

    OPINIPUBLIK.ID
    market.biz.id OPINIPUBLIK.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Dengan sudut pandang atau frame yang dimiliki masing-masing individu, mereka cenderung mengutamakan satu sila dan mengabaikan sila-sila yang lain, ”katanya.

    Anas

    BERITATERBARU.CO.ID
    market.biz.id BERITATERBARU.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Anas memberikan contoh kelompok nasionalis yang cenderung menekankan pada sila ketiga saja tanpa melihat sila kesatu, kedua, keempat, dan kelima. Begitu pula kelompok agamis yang hanya cenderung memahami Pancasila dengan menekankan sila pertama saja.

    Oleh karena itu diperlukan upaya serius yang dianggap Anas

    URBANESIA.ID
    market.biz.id URBANESIA.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    agar Pancasila bisa dijangkarkan secara komprehensif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    “Untuk memahami dan mengamalkan Pancasila secara keseluruhan dibutuhkan model atau pola yang sesuai dengan kondisi masyarakat yang cenderung mengarah pada keterbukaan, seperti membuka ruang publik dialog dengan menggali cara pandang orang Papua, Ambon, Jawa dalam memahami dan bahkan mengamalkan Pancasila. Sehingga kita akan mengetahui perspektif masing masing, sekaligus mengetahui praktik Pancasila yang beragam sesuai konteks budaya dan sosial masing-masing, “ katanya.

    OTOSATU.COM
    market.biz.id OTOSATU.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Anas menambahkan, dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini bentuk pemahaman dan praktik Pancasila bisa dilakukan melalui berbagai media sosial melalui kampanye positif tentang praktik toleransi, keberagaman, gotong-royong dan lain sebagainya melalui infografis atau video pendek yang diunggah di media sosial. Kampanye positif harus dilakukan untuk membumikan Pancasila di era milenial, ” katanya. (OKY/Humas Ub)

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Prof. Yusuf Kembangkan Pertanian Presisi...

    Artikel Berikutnya

    Wakapolda Jatim Pimpin Pakta Integritas...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    KODIM SURABAYA TIMUR

    KODIM SURABAYA TIMUR verified

    Postingan Bulan ini: 144

    Postingan Tahun ini: 444

    Registered: Oct 4, 2021

    Basory Wijaya

    Basory Wijaya verified

    Postingan Bulan ini: 82

    Postingan Tahun ini: 562

    Registered: Oct 11, 2021

    YUDIK

    YUDIK verified

    Postingan Bulan ini: 55

    Postingan Tahun ini: 462

    Registered: Sep 23, 2021

    Prijo Atmodjo

    Prijo Atmodjo verified

    Postingan Bulan ini: 31

    Postingan Tahun ini: 204

    Registered: Jul 13, 2020

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Pendampingan Dalam Rangka Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme dan Separatisme
    Tim BCC UB Raih 4 Juara di Malaysia
    Polsek Junrejo Kota Batu Rakor Bersama Pihak Bank Bahas Pertenak Terdampak Wabah PMK
    Patroli Gabungan Diwilayah Kec. Tambaksari 

    Rekomendasi

    Persatuan Sepak Bola Nurul Jadid Paiton Juara I Liga Piala Kasad 2022
    Dorong Kreativitas, Desain Interior ITS Unjuk Pameran Tugas Akhir
    Polisi Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita Dalam Kamar Hotel di Surabaya
    Raih WTP Sembilan Kali Berturut-turut, Kapolri: Komitmen Penggunaan Keuangan Negara Secara Transparan
    Raih WTP Sembilan Kali Berturut-turut, Kapolri: Komitmen Penggunaan Keuangan Negara Secara Transparan

    Ikuti Kami