PMK Hewan Ancam Investasi Pendidikan Hingga Kestabilan Harga Pasar

    PMK Hewan Ancam Investasi Pendidikan Hingga Kestabilan Harga Pasar

    SURABAYA - Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak tengah mewabah di Indonesia. Imbas dari wabah tersebut juga sampai menyerang sektor ekonomi rakyat.

    Hal itu senada dengan penyampaian Koordinator Program Studi Magister Ekonomi Kesehatan Sekolah Pascasarjana UNAIR Dr Ni Made Sukartini SE MSi MIDEC. Menurutnya, salah satu ekonomi terdampak adalah terkait investasi pendidikan anak.

    OPINIPUBLIK.ID
    market.biz.id OPINIPUBLIK.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Karena, kalau kita lihat masyarakat di desa, mereka biasanya memiliki hewan ternak untuk kebutuhan biaya pendidikan anaknya kelak. Dengan adanya PMK ini, penjualan atau produksi hewan ternak akan terganggu. Padahal, nilai jual hewan ternak bisa sampai puluhan juta sehingga diharapkan akan cukup untuk membiayai, ” tuturnya pada acara bertajuk Bisakah Indonesia Bebas PMK? Mari Belajar Tata Kelola Peternakan Berkelanjutan oleh Sekolah Pascasarjana UNAIR, Jumat (27/5/2022).

    Karena itu, jika kondisi tersebut berlangsung secara terus-menerus, maka akan menganggu keputusan investasi pendidikan. Angka putus sekolah akan meningkat karena faktor ekonomi akibat PMK ini. Jadi, PMK tidak hanya menganggu level bisnis skala besar, namun skala kecil juga turut merasakan imbasnya.

    Neapolitan Pizza
    market.biz.id Neapolitan Pizza
    8% Rp 1.450
    Beli sekarang!

    Imbas Jelang Idul Adha

    Pada dasarnya aspek ekonomi bukan hanya di sisi produksi, tapi juga konsumsi. Aspek konsumsi hewan ternak, terutama sapi dan kambing akan meningkat jelang Idul Adha dan kebutuhan masyarakat turut terganggu.

    OMBUDSMAN.CO.ID
    market.biz.id OMBUDSMAN.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Saya melihat masjid-masjid di Kota Surabaya ini biasanya permintaan hewan kurbannya mencapai puluhan. Kalau kemudian produksi hewan kurban ini tidak berjalan lancar, maka kebutuhan atau konsumsi juga akan terhambat. Ketika permintaan hewan tinggi namun produksi terbatas, harga juga kemudian dapat melambung, ” papar Dr Made.

    Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus maka permintaan hewan kurban bisa jadi menurun. Selanjutnya dikhawatirkan akan ada (langkah alternatif) untuk tetap dapat memenuhi permintaan pasar. “Yang menakutkan ya akan ada cara-cara curang dalam perdagangan, ” imbuh Dr Made.

    NEWSRELEASE.CO.ID
    market.biz.id NEWSRELEASE.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Menganggu Kebutuhan Protein

    Daging sapi dan daging merah merupakan salah satu sumber protein utama. Banyak masyarakat yang memang membutuhkannya. Gangguan distribusi daging bisa terjadi di lingkup rumah tangga. Kebutuhan protein akan terganti dengan sumber lain seperti daging ayam, telur, ikan, dan lainnya. 

    Namun, lagi-lagi bukan tidak mungkin bahwa protein-protein pengganti tersebut juga bisa naik harganya karena peralihan konsumsi masyarakat.

    “Ini adalah efek lanjutan secara ekonomi. Harga-harga bahan yang tadinya normal bisa ikut naik. Dampak yang lebih lanjut ya makanan-makanan favorit seperti bakso, iga bakar, dan lainnya bisa ikut hilang, ” ungkap Dr Made. (*)

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Dukung Smart Eco Campus, Hijaukan Kampus...

    Artikel Berikutnya

    Wakapolda Jatim Pimpin Pakta Integritas...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    KODIM SURABAYA TIMUR

    KODIM SURABAYA TIMUR verified

    Postingan Bulan ini: 119

    Postingan Tahun ini: 419

    Registered: Oct 4, 2021

    Basory Wijaya

    Basory Wijaya verified

    Postingan Bulan ini: 82

    Postingan Tahun ini: 562

    Registered: Oct 11, 2021

    YUDIK

    YUDIK verified

    Postingan Bulan ini: 55

    Postingan Tahun ini: 462

    Registered: Sep 23, 2021

    Prijo Atmodjo

    Prijo Atmodjo verified

    Postingan Bulan ini: 31

    Postingan Tahun ini: 204

    Registered: Jul 13, 2020

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Pendampingan Dalam Rangka Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme dan Separatisme
    Patroli Gabungan Diwilayah Kec. Tambaksari 
    Polsek Junrejo Kota Batu Rakor Bersama Pihak Bank Bahas Pertenak Terdampak Wabah PMK
    Kegiatan Pantau Wilayah  Serta Komsos Bersama Warga Masyarakat

    Rekomendasi

    Alumnus UNAIR Lulus Sarjana Kedokteran 19 Tahun, Kini Kuliah di Harvard dengan Beasiswa LPDP
    Jaga Toleransi dan Kebersamaan Antara Umat Beragama, Jelang Hari Bhayangkara ke-76 Polrestabes Surabaya Salurkan Bantuan Sosial
    Kurikulum Keterampilan Digital Terapan Untuk Wujudkan SDGs
    Tim Binaan Kodim 0830/Surabaya Utara Darus Sholihin FC Juara Grup Wilayah Surabaya Dalam Pertandingan Liga Santri Piala Kasad
    Berkendara Pakai Sandal Dilarang, Begini Kata Sosiolog UNAIR

    Ikuti Kami